Dukungan WWF untuk RTRW Kabupaten Merauke
Oleh: Israr Ardiansyah & Masayu Yulien Vinanda
Jakarta (18/07)- Sejak 2007, WWF-Indonesia berupaya mendukung pemerintah kabupaten Merauke dengan memberikan masukan visi ekologi dan wilayah penting masyarakat ke dalam dokumen Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Merauke. Kini, upaya tersebut mendekati hasil akhir yang memuaskan.
Pedoman penilaian resiko dan adaptasi perubahan iklim diluncurkan
Jakarta (10/08)- Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) bekerjasama dengan GTZ dan AusAid meluncurkan “Pedoman dan Hasil Kajian Risiko dan Adaptasi Perubahan iklim di Pulau Lombok, NTB,” Selasa (10/08), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Pedoman ini bertujuan untuk memberikan arahan dan referensi bagi para pengambil kebijakan di tingkat regional dalam mengkaji resiko yang berpotensi terjadi akibat dampak perubahan iklim sekaligus menentukan opsi-opsi upaya adaptasi yang paling efektif.
Partisipasi WWF-Indonesia pada forum AFP 2010
Oleh: Masayu Yulien Vinanda
Bali (8/08)-Sebagai salah satu upaya menuju manajemen hutan berkelanjutan, WWF-Indonesia ikut ambil bagian pada pertemuan tahunan Asia Forest International (AFP), “the Ninth Meeting of the Asia Forest Partnership and Asia Forest Dialogue 2010,” selama dua hari sejak Kamis (07/08) hingga Jumat (09/08) di Ayodya Resort, Bali. Dialog AFP 2010 yang mengusung tema “Tantangan tata kelola kehutanan dibalik perjanjian Kopenhagen (Forest Governance Challenges Beyond Copenhagen)” mendiskusikan keterkaitan antara REDD+ dan tata kelola pemerintahan khususnya pada sektor kehutanan.
Green and Fair Products pada "Kowani Fair 2010"
Oleh: Teresia Prahesti
Jakarta (8/08)-Setelah meraup sukses pada acara peluncuran kampanye Green and Fair Products akhir Juli 2010 lalu, produk ramah lingkungan dan bernilai keadilan tersebut dipamerkan pada KOWANI Fair 2010 yang diselenggarakan sejak Rabu (04/08) hingga Minggu (8/08) di Gedung Smesco UKM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Selain berpartisipasi dalam KOWANI Fair yang mengusung tema “Pemberdayaan dan Penguatan EkonomiPerempuan Menuju Kemandirian,” Green and Fair Products juga ikut memeriahkan ajang INDONESIA GREEN AWARD yang digelar pada Kamis (/08) di gedung yang sama.
Promo menarik untuk Suporter WWF-Indonesia
Dapatkan diskon 25 % berlangganan satu tahun majalah National Geographic Indonesia, khusus bagi Anda, supporter WWF-Indonesia. Program ini merupakan persembahan WWF-Indonesia dan National Geographic Indonesia sebagai bentuk terimakasih bagi Anda, Supporter WWF, atas dukungannya terhadap program konservasi WWF-Indonesia.
Delapan produk organik kawasan konservasi “go public”
Oleh: Masayu Yulien Vinanda
Jakarta (29/07)-Menandai peluncuran kampanye Green and Fair Products, WWF-Indonesia memperkenalkan delapan produk organik hasil masyarakat sekitar kawasan konservasi, Kamis (29/07), di Balai Sarwono, Jakarta Selatan. Kedelapan Green and Fair Products tersebut selain ramah lingkungan dan alami juga memperjuangkan nilai-nilai keadilan bagi masyarakat produsen.
Komunitas nelayan Tomia raih “Equator Prize” 2010
Oleh: Masayu Yulien Vinanda
Jakarta (27/07)- KOMUNTO (Komunitas Nelayan Tomia), salah satu forum masyarakat pengguna sumberdaya di Wakatobi, terpilih sebagai satu dari 25 pemenang Equator Prize 2010. Informasi mengenai penghargaan berskala internasional tersebut disampaikan langsung oleh Equator Initiative kepada KOMUNTO melalui email.
Dua mahasiswi terpilih menjadi "WWF Tiger Ambassadors"
Oleh: Dyah Eka Rini
26 Juli 2010 lalu adalah fase akhir bagi enam finalis untuk dinobatkan menjadi WWF Tiger Ambassador dan mewakili Indonesia pada Youth Tiger Summit, Vladivostok, Rusia. Enam finalis telah mempresentasikan ide-ide kreatif mereka dihadapan para juri; Prof Dr. Hadi Alikodra (Institut Pertanian Bogor), Nazir Foead (Direktur kebijakan WWF-Indonesia), Eunice Kim (Managing Editor – High End Teen Magazine), dan Desmarita Murni (Koordinator Komunikasi Program Forest Species and Freshwater, WWF-Indonesia).
Inisiasi WWF untuk produk “hijau” yang berkeadilan
Oleh: Masayu Yulien Vinanda
Jakarta (27/07)-Besarnya potensi alam di sekitar kawasan konservasi serta tingginya tingkat ketergantungan masyarakat sekitar kawasan dengan sumber daya alam telah mendorong WWF untuk memberikan pendampingan kepada petani dan masyarakat lokal. Pendampingan ini dilakukan untuk mendorong dan memastikan pengeloaan dan pemasaran sumber daya alam secara lestari.
WWF dorong produksi kopi Kuyungarang
Oleh: Masayu Yulien Vinanda
Lampung (21/07)-Sejak tahun 2004, WWF-Indonesia memberikan pendampingan kepada kelompok petani kopi di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBS), Lampung untuk menerapkan teknik budidaya kopi secara berkelanjutan. Melalui program kopi dan konservasi, WWF mendorong petani untuk meningkatkan hasil panennya sekaligus memastikan kualitas kopi yang dihasilkan.